Dia berinisial 'A' muncul pada saat gua classmeeting bulan desember. Pada saat itu, dia jadi wasit basket antara tim basket gua dan kelas lain. Pertamanya sih ya biasa-biasa aja, karena waktu lagi tanding, gua cuma denger suara priwitannya dan ga terlalu merhatiin mukanya. Pertandingan basket pun usai dengan hasil yang menyenangkan, yaitu tim gua alhamdulillah berhasil memenangkan pertandingan basket pada saat itu. Hmm tapi tunggu dulu, pada saat itu bukanlah pertandingan final. Keesokan harinya barulah pertandingan finalnya. Dan lagi-lagi gua masih ngerasa 'nothing special' dari tuh wasit. Beberapa menit kemudian saat gua melakukan suatu pelanggaran, dengan sontak wasit meniupkan pluitnya dan berkata dengan lembut "Ka, itu pelanggaran.. nyentuh dia dikit aja udah pelanggaran". Dari mulai situlah gua mulai berpikir "Wah, ni cowok lembut banget". Emang sih dia cuma ngomong yang mungkin kedengarannya sudah biasa. Tapi nada suara dia ngomong itu lembuuttt banget, bikin wow gimana gitu haha.. Tadinya sih gua ga tau dia itu kakak kelas atau adik kelas. Tapi dengan dia manggil gua "Ka", otomatis dia itu adik kelas gua, karena sekarang gua duduk di kelas XI. Beberapa hari kemudian, gua terus kepikiran dengan sosok wasit 'brondong' itu. Batang frame kacamatanya yang warna kuning sangat mencirikan sosoknya, karena disekolah setau gua cuma dia doang yang batang frame kacamatanya warna kuning. Kalo inget dia, gua selalu keingetan sama sepupu gua. Mereka itu mirip, cuma yang membedakan adalah warna kulit dan umur. Dan kalo gua liat-liat, dia itu orangnya penurut sama nyokapnya, baik, dan asyik. Suatu hari, waktu itu disekolah gua lagi ngadain Cup. Dia itu anggota osis, jadi pasti dia bertugas kalo ada beginian. Waktu itu jam pelajaran sengaja dikosongkan karena sekolah gua lagi tanding lawan sekolah lain, dan si 'A' ternyata lagi jaga dipinggiran lapangan depan kelas gua. It's so good, right? Dengan begitu, gua jadi bisa liat pemandangan yang bagus haha.. Waktu itu, gua lagi duduk sama Bella dideket jendala tempat duduk guru. Disitu persis depan gua adalah 'A'. Jadi makin-makin deh gua kepikiran dia. Akhirnya, sontak gua langsung nyolek si Bella "Bel, liat deh ade kelas yang frame kacamatanya warna kuning". Sambil nunjuk target, Bella pun akhirnya melihat si 'A', dan dia bilang "Ohh iya itu.. Kenapa?" Gua pun menjawab "Gapapa, manissss haha". Kata itu ga cuma keluar sekali dari mulut gua. selama pertandingan berlangsung, gua layaknya orang baru ngeliat cowok semanis dia, ngomong berulang kali ke Bella dengan kata yang sama, yaitu "Maniiissss". Lalu bel pulang pun berbunyi, itu tandanya tugas disekolah hari itu selesai. Sesampainya dirumah, seperti biasanya, gua langsung ngambil HP dari kantong baju dan bergegas membuka web untuk log-in twitter. Disitu gua ngetweet kira-kira seperti ini "Ade kelas yang frame kacamatanya warna kuning, manisss haha". Dan ternyata, si Bella ngeretweet laporan sama Hanna, temen gua yang juga anak osis yang banyak kenal dengan adik kelas. Lalu si Hanna ngeretweet lagi kira-kira seperti ini "Siapa? (mention si 'A') / (nama adik kelas yang gua lupa namanya siapa)?". Disitu gua langsung shock! Gila emang ni orang, orangnya pake di mention segala. Dari retweetannya sih keliatannya dia seneng gitu yang gua ngirim salam ke dia lewat Hanna, padahal gua sama sekali ga ngirim salam ke dia. Akhirnya, gua retweet mentionnya. Disitu gua bilang "Kalo Hanna ngomong jangan di dengerin..itu boleh dia karang dewek". Gua ngelakuin itu karena gua ga mau keliatan genit atau semacamnya di mata dia, adik kelas gua. Setelah gua ngomong itu, dia ngeretweet lagi "Oh padahal tadi udah ke ge'eran tuh". What? Dia ke ge'eran? Masa? Ga percaya. Tapi tetep aja, gua malu. Ini semua gara-gara Bella, pake laporan segala ke Hanna. Keesokan harinya, lusa, besok lusa, dan beberapa hari kemudian, gua udah mulai lupa dengan sosok 'A'. Yang tadinya gua suka bukain profil twitternya dia, baca-bacain tweetannya, sekarang udah ga lagi. Lalu, waktu itu hari rabu, 16 maret 2012. Pada saat itu di adakan bazaar dan lomba nasyid antar kelas. Dan gua pun tiba-tiba inget si adik kelas itu. Dengan sengaja, gua ajak temen gua ngelilingin stand-stand bazaar itu. Niatnya sih keliling liat-liat bazaar plus kalo ketemu dia ya lumayan hehe. Kita pun hampir sampai di stand ujung, daaaan si 'A' pun lewat. Wow, Allah bless me. sehabis acara selesai, meja-meja tempat stand masih berada dilapangan. Si 'A' dkk duduk di barisan meja-meja itu. Dari barisan meja lain, gua coba memperhatikannya. Saking terbawa suasana, gua pun segera membuka ransel dan mengambil kacamata. Akhirnya, bisa terlihat dengan jelas juga sosok si 'A'. Sontak kata-kata itu terucap dalam hati. Di situ, dia sesekali melihat ke arah gua, ga tau apa emang dia curiga sama gua atau karena dia lagi ngeliat sekelilingnya. Seperti waktu gua duduk di meja stand bazaar tadi, waktu di parkiran pun gua melakukan hal yang sama, yaitu memperhatikan si 'A', dan di situ pula dia juga sesekali melihat ke arah gua. Dari situ, kejadian yang terdahulu pun terasa kembali, bahkan semakin jadi. Gua bikin tweetan lagi tentang si Mr.Yellow Frame, dan di retweet lagi sama Hanna. Mungkin niatnya dia baik, biar gua kenal sama 'A'. Tapi bagaimana pun juga, dia udah ngerusak kebahagiaan gua, erghh! Kejailan Hanna pun berlanjut via SMS. Paginya, sebelum gua berangkat ke sekolah buat hadir di acara maulidan, gua SMS Hanna, dan dia ga bales SMS gua. Siangnya, dia baru bales yang isinya "Ini siapa?". Oops, iya lupa, Hanna kan ga tau nomor HP gua. Gua pun segera membalas SMSnya "Ini gua Indah", singkat, padat, dan untungnya dia langsung nangkep gua itu Indah siapa.. Karena disekolah, ga cuma gua yang punya nama 'Indah' haha. Hanna: "oh (nyebutin nama si 'A').. sip gua save :p | Gua: (dengan nada sok-sok ngambek) "Au amat,serah" | Hanna: "Wakakakakk. Eh, nomor lu bukannya 0812xxxxxxxx yaaaa?" | Gua: "Bukaaan, gua gapunya nomor simpati", dan bla bla bla.. Sampai akhirnya, ternyata firasat gua bener kalo itu nomornya si 'A'. Tadinya si Hanna nyuruh gua buat SMS tuh nomor katanya bilang kalo itu gua. Tapi gua ga sepolos itu, bagaimana pun juga, gua ga mau nomor gua ke sebar ke orang yang ga tau siapa. Akhirnya si Hanna nyuruh gua buat SMS 'A' dan dia bilang "Ambil gidah tu mantan guaa wkwk". So, what? haha padahal gua ga nanya lho, swear. Oiya, waktu maulid berlangsung, gua duduk di beberapa baris dari depan panggung. Dan gua sempet nanya, kelas X duduknya dimana. Dan ternyataaaa, si 'A' duduk dibarisan sebelah kanan. Selama acara berlangsung, gua akui, gua kurang begitu fokus sama acara. Gua pun duduk dengan tidak tenang. Karena apa? Yak, gua ngeliatin si 'A' mulu. OMG, manisss. Emang sih dia ga putih, and who care? Yang penting dia manis, anak basket pula, cool men.. Dan di situ, gua ngerasa bak orang bodoh yang aneh daritadi clingak-clinguk ga jelas. But,nevermind dan whatever deh yang lain pada mau ngecengin gua gimana, but I still admire him. Sampai sekarang, setiap buka twitter, gua selalu buka profilnya, dan gua baca-bacain satu-satu tweetannya. Rajin bukan? Yahh sekarang gua cuma bisa berandai-andai. Memang itu yang hanya bisa di lakukan oleh seorang admirer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar